Aku tak ingin meragukan kekuatan doa. Tiap sujudku, selalu ku panjatkan agar kekasihku, istriku, Fizzy, tetap dan akan selalu mencintaiku. Mengapa aku ragu akan hal ini? Hanya karena pangeran marsnya menanyakan alamat? Lalu ia membalasnya ia memiliki pikiran yang sama, seolah mengisyaratkan mereka memiliki keintiman yang lebih jauh dariku. Aku ingin mati saja, aku bagai pungguk, sekali lagi.
Ini terjadi karena salahku. Akan kujadikan ini sebagai pengingat. Kataku tak pernah berubah, disakiti dan menyakiti ternyata sama-sama sakit, kenapa aku harus terbawa suasana untuk menyakiti istriku? Pada akhirnya aku yang ingin melupakan semuanya justru kembali merasakan semuanya, sungguh payah.apa yang bisa kuperbuat? Aku hanya bisa merenungi nasib. Semoga semuanya bisa kembali seperti semula, kami saling mencinta tanpa ada curiga. Aku juga ingin menepis kecurigaanku, aku bersalah karena selalu menaruh curiga tak berdasar. Sebentar kami akan ke Makassar. Jika aku sendiri yang jalan, sebaiknya aku menabrakkan diriku, tapi aku terlalu pengecut. Sekali lagi, aku harus menahan sakitku, yang semakin lebar lukanya. Reminder! Jangan salah langkah lagi sidiq!!!
Posted by
comment 0 Comment
more_vert