Sebuah diksi kesakitan yang kubuat tatkala hujan membasahi tubuhku. Bukan dingin yang ku rasa namun rasa panas menyesaki sekujur tubuhku. Bukan sekadar cerita, namun ini sebuah "Kehasratan" - "Perdana" untuk mengenang kesakitan.
917 tambah 1 - Hujan di Bulan Desember.
Makassar, sehari sebelum (29/12/2021)
917 tambah 1. Sebelum 31 tanggal Soju menyertai. kisah telah kucatat dalam pikiran dan benakku dan kusimpan rapi tanpa diketahui hingga ku mabuk. Mabuk. Mabuk. Sampaikan secara lisan.
Namun inilah kisah 917 tambah 1, yang akhirnya kucatat dalam bentuk tulisan. Semua bercampuraduk. Ngasal, sedih, kecewa, marah, letih, marah, benci, cemas, sakit dan sakit dan sakit.
Jiwaku merintih, meringkih, menangis, tertatatih jauh lebih dalam. 9q27 tambah 1, Ku tak bisa bayangkan kehidupanku selanjutnya. Sakit sangat sakit. Sakit, sakit dan sakit.
Sebuah keranda sekejap kau bawa kepadaku, 917 tambah 1. Hatiku perlahan mati. Tak terduga, sakit, sakit dan sangat sakit.
Hujan di bulan desember. 917 tambah 1, Katanya, begitu romantis, katanya, begitu menggairahkan. Katanya, hanya untukku hujan di bulan desember, menyambut.
Sakit, sakit dan sakit, begitu sensual katanya, begitu sensual katanya, beeegitu sensual. Huft... Sakit. Sakit dan sakit.
Hujan di bulan desember. 917 tambah 1. Merintih, meringkih, merisih. Dan sakit. Sakit, sakit dan sakit.
917 tambah satu. Sebuah kisah yang sangat memilukan. Kapan ku bisa lari? Saat ketidakwarasan menyernagku 917 + 1 akan slalu menyerangku, seketika membuatku sakit. Sakit, sakit. Hujan di bulan Desember.
Hingga akhirnya, aku menyayangimu. Apapun itu. Semoga, harapku, 917 + 1 tak pernah ku tafsirkan.
Hujan di bulan desember, sensual katanya, dan pesanan taksi online. Sakit, sakit dan sakit. Ku sayang kamu!
Makassar - (29/12/2022)
Kamar 918
Posted by 
comment 0 Comment
more_vert